Assalamualaikum semua...
Gue kembali untuk posting disini nih...
Gue sih tau kalo nggak ada juga yang baca...
Yah, anggaplah begitu... Hehehe.
Gue sebenarnya dalam tahun 2012 ini tidak vakum ngeblog, tapi gue bikin blog baru yang mungkin nggak bisa gue share disini karena mungkin diblog gue yang baru itu, gue nggak mencantumkan nama dan keterangan lain secara gamblang. (gamblang kaya nama buah ya jadinya...)
Melanjutkan blog ini atau tetap beralih ke blog baru ya kawan??
Ordinary Things....
Blog ini adalah blog dari ordinary girl. Hehehe...Blog ini isinya cuma kisah-kisah gue yang nggak penting juga sih buat diceritain. Ya iseng-iseng nulislah....hehehe 
MyNiceSpace.com
Rabu, Februari 29, 2012
Sabtu, Juli 23, 2011
Sepele sihhh...tapi bisa jadi masalah lho.....
Terkadang cinta membuat aku bingung... Mengapa ketika kita menjalin suatu hubungan dengan seseorang,segala sesuatunya menjadi lebih sensitif. Misalnya ketika kita tidak menceritakan sesuatu kepada dia,hal terbut bisa menjadi suatu masalah bagi hubungan kita. Padahal hal itu sangatlah lazim ketika kita berteman...m huhhhhh it's so bored....
Bukankah ketika kita menjalin hubungan kita tetap memiliki privacy masing masing.... Maybe,hal tersebut akan berbeda ketika sudah menikah... Pastilah semua akan gue ceritakan....
Eh,jadi curcol nih......
Bukankah ketika kita menjalin hubungan kita tetap memiliki privacy masing masing.... Maybe,hal tersebut akan berbeda ketika sudah menikah... Pastilah semua akan gue ceritakan....
Eh,jadi curcol nih......
Sabtu, Februari 19, 2011
Aku kangen Blogku...
Assalamualaikum...
Aku kangen ngeblog.... tapi aku nggak bisa posting lagi seperti dulu... Hiks.....
Aku kangen ngeblog.... tapi aku nggak bisa posting lagi seperti dulu... Hiks.....
Senin, September 20, 2010
Saya percaya kalimat Everything Happens For A Reason. Kalo kamu?
Gue percaya kalo semua kejadian yang terjadi pada seseorang itu ada alasannya. Istilahnya Everything Happens For A Reason. Terkadang gue memikirkan apa yang gue alami pun ada alasannya dan memiiki hubungan sebab akibat dari suatu kejadian dengan kejadian yang lain.
KEJADIAN I:
Salah satu diantaranya yaitu kenapa gue minat banget untuk bisa naik motor dan ternyata pada saat kuliah motor sangat mutlak dibutuhkan, serta bisa untuk bantu orang tua, baik untuk urusan finansial maupun untuk urusan pekerjaan (www.menjadiojekkeluarga.com).
Gue bertemu kakak kelas waktu SMP (Rizal) ? Gue suka sama dia waktu SMP ? Rizal bisa naik motor ? Gue bersemangat untuk belajar motor ? Gue bisa naik motor ? Kendaraan vital untuk kuliah ? Gue bisa membantu ngirit pengeluaran ongkos transportasi dan membantu menjadi ojek keluarga. Jadi pada intinya: Ada alasan kenapa gue bertemu Rizal yang pada akhirnya bisa membantu diri sendiri dan keluarga. Kembali kepada kalimat Everything Happens For A Reason.
KEJADIAN II:
Contoh lainnya yaitu gue daftar beasiswa X dari Bank Of X dengan segala kehokian yang dapatkan. Begini ceritanya: Ketika gue melihat di mading kampus, ada pengumuman beasiswa UFJ untuk anak FKM. Namun gue merasa sangat pesimis karena syaratnya bisa berbahasa Inggris dan harus membuat Essay English. Formulir yang tersedia ada di tempat fotocopy di kampus. Formulir yang gue lihat pada saat itu tidak mencantumkan syarat membuat Essay English. Ada sedikit kebingungan karena di mading ada syarat membuat Essay sedangkan formulir yang gue liat tidak mensyaratkan Essay. Ya sudah, akhirnya saya isi formulir tersebut dan menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan termasuk DNS (Daftar Nilai Sementara). Berkas-berkas dan formulir tersebut dikumpulkan ke Mahalum kampus yang nanti akan dikirim ke Rektorat UI.
Suatu hari ketika gue ingin mengumpulkan ke kampus, gue diminta temen (Vera) untuk mengantarkan ke Rektorat. Entah apa yang dia urus di rektorat. Lalu gue berfikir, mumpung lagi ada di Rektorat, langsung saja berkas dan formulir beasiswa ditaruh di Rektorat bagian kemahasiswaan. Karyawan yang ada di Rektorat menyuruh gue hanya ditaruh saja di meja tanpa diperiksa olehnya karena petugas yang mengurusi beasiswa sedang tidak ada di tempat. Ya, gue pasrah aja mau dapet atau enggak yang penting sudah berusaha.
Beberapa hari kemuadian gue bertemu dengan beberapa teman yang juga ingin mengajukan beasiswa X tersebut, tetapi mereka sibuk mengurusi Essay English yang diminta. Nah lho, bingung khan gue yang tanpa membuat Essay. Lalu gue liat formulir yang temen-temen pegang dan ternyata memang ada keterangan disuruh membuat Essay. Setelah diteliti, ternyata formulir yang gue isi itu formulir lama (mungkin untuk tahun yang lalu), sedangkan formulir yang temen gue isi adalah formulir terbaru. Gue jelas-jelas sudah tidak bisa mengganti dan sangat sangat sangat sangat pesimis untuk mendapat beasiswa tersebut. Hal yang membuat saya yakin tidak mendapatkannya yaitu ketika melihat berkas-berkas beasiswa teman-temen diperiksa saat dikumpulkan ke Mahalum kampus dan akan disisihkan bila tidak lengkap. Bayangkan kalo gue mengumpulkan ke kampus dulu, sudah dipastikan akan disisihkan dan mutlak ditolak.
Waktu terus berjalan dan pengumuman beasiswa tersebut belum ada, tapi gue tidak terlalu menunggu pengumuman itu karena merasa kurang lengkap berkasnya yaitu Essay English. Namun, nggak disangka-sangka, bener-bener kuasa Allah, nama gue tercantum di lembar penerima beasiswa yang hanya mencantumkan 2 orang dari FKM. Alhamdulilah. Hal yang sangat disyukuri yaitu keterangan pengalaman menerima beasiswa X tersebut menjadi penyelamat jawaban gue ketika interview melamar pekerjaan beberapa waktu lalu yang membuat pewawancara tersebut mengangguk sangat lama ketika tau saya pernah mendapatkannya.
Jadi pada intinya, ada alasan mengapa gue mengambil formulir beasiswa salah yang pada akhirnya bisa membantu menjawab suatu pertanyaan ketika wawancara suatu pekerjaan. Kembali kepada kalimat Everything Happens For A Reason.
KEJADIAN III:
Ada beberapa kejadian yang membuat gue memakai jilbab pada tahun 2009. Hal tersebut juga menjadi contoh Everything Happens For A Reason yang gue alami. Hhhhhhhmmmmmmm....... (berfikir sangat lama). Untuk hal ini gue nggak jadi cerita deh. Rahasia...... Hehe.
KEJADIAN IV:
Gue termasuk orang yang sangat minim pengalaman bepergian jauh (terutama yang nginep) termasuk saat gue SMA dulu. Waktu kelas 3 SMA ada tugas Studytour gitu ke Bayah (kalo nggak salah mengingat) dan gue bertekad bulat untuk ikut dengan alasan apapun. Gue berpendapat ini adalah kesempatan terakhir untuk pergi nginep bareng dengan teman-teman SMA karena sudah kelas 3, sudah mau lulus. Gue rasa orang tua gue kebangetan banget kalo sampe nggak ngijinin anaknya buat ikutan. Akhirnya dengan segala daya upaya gue diijinin ikut.
Namun ketika ada pengumuman bahwa anak-anak akan nginep di rumah-rumah penduduk, gue ragu orang tua akan mengijinkan. Ternyata tanpa disangka-sangka GUE NGGAK DIIJINJIN PERGI!!!!!!. Gue sempel kesel pastinya sama keadaan. Gue mencoba musyawarah dengan orang tua tentang hal ini sampai ada suatu pilihan Mau ikut study tour atau ikut bimbingan belajar SMPB? Memang selain studytour, gue juga sangat ingin ikut bimbel untuk persiapan SPMB karena tujuannya ingin masuk universitas yang gue inginkan. Kalo ikut studytour, nggak boleh ikut bimbel, harus belajar sendiri di rumah. Tetapi kalo nggak ikut studytour, uangnya bisa dipakai untuk membayar bimbingan belajar. Dengan sedihnya gue putuskan untuk ikut Bimbel saja dan sekaligus membuktikan bahwa gue nggak pernah diijinkan menginap sejak SD sampai SMA ini.
Gue sempet kesel sama wali kelas 3 SMA (Bu H*n*) yang mempersulit tugas makalah pengganti studytour. Menurut gue beliau mencari alasan kesalahan makalah gue, minta direvisi sampai saya bosan dan jengkel sendiri. Puncaknya gue ngomong tegas ke wali kelas gue, BU, TERSERAH DEH BU MAU KASIH SAYA NILAI BERAPA, NOL PUN TERSERAH. YANG JELAS SAYA NGGAK MAU REVISI MAKALAH SAYA LAGI KARENA FILE SAYA KENA VIRUS. SAYA NGGAK MUNGKIN AKAN NGETIK LAGI DARI AWAL. Gue terlanjur kesel dan emang siH bohong sedikit karena sebenernya filenya nggak kena virus. Temen lain gue yang juga nggak ikut, sibuk ngerevisi, sedangkan gue hanya bersikap BODO AMAT SAMA MAKALAH GUE!!!. Hahahaha.
Akhirnya gue bersemangat buat Bimbingan Belajar di BTA yang menurut saya singkatannya adalah Bimbingan Tiada Akhir. Hehe. Alhamduliah, karena semangat untuk masuk universitas tersebut, akhirnya saya pun mendapatkan universitas yang saya inginkan walaupun dapet yang pilihan kedua. Jadi pada intinya, ada alasan kenapa gue nggak ikut studytour yang pada akhirnya gue bisa lolos SPMB. Kembali kepada kalimat Everything Happens For A Reason.
Cukup dulu deh curcol gue. Sebenernya apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, diupayakan untuk mengikhlaskan kejadian tersebut walaupun pada awalnya tidak sesuai dengan kehendak hati. Kita sebagai manusia nggak tau apa yang ada di depan dan di belakang kita. Hanya Allah yang tau apa yang terbaik buat hamba-Nya.
Jadi, untuk yang membaca ini (ada nggak ya yang baca????) setujukah dengan kalimat Everything Happens For A Reason????
KEJADIAN I:
Salah satu diantaranya yaitu kenapa gue minat banget untuk bisa naik motor dan ternyata pada saat kuliah motor sangat mutlak dibutuhkan, serta bisa untuk bantu orang tua, baik untuk urusan finansial maupun untuk urusan pekerjaan (www.menjadiojekkeluarga.com).
Gue bertemu kakak kelas waktu SMP (Rizal) ? Gue suka sama dia waktu SMP ? Rizal bisa naik motor ? Gue bersemangat untuk belajar motor ? Gue bisa naik motor ? Kendaraan vital untuk kuliah ? Gue bisa membantu ngirit pengeluaran ongkos transportasi dan membantu menjadi ojek keluarga. Jadi pada intinya: Ada alasan kenapa gue bertemu Rizal yang pada akhirnya bisa membantu diri sendiri dan keluarga. Kembali kepada kalimat Everything Happens For A Reason.
KEJADIAN II:
Contoh lainnya yaitu gue daftar beasiswa X dari Bank Of X dengan segala kehokian yang dapatkan. Begini ceritanya: Ketika gue melihat di mading kampus, ada pengumuman beasiswa UFJ untuk anak FKM. Namun gue merasa sangat pesimis karena syaratnya bisa berbahasa Inggris dan harus membuat Essay English. Formulir yang tersedia ada di tempat fotocopy di kampus. Formulir yang gue lihat pada saat itu tidak mencantumkan syarat membuat Essay English. Ada sedikit kebingungan karena di mading ada syarat membuat Essay sedangkan formulir yang gue liat tidak mensyaratkan Essay. Ya sudah, akhirnya saya isi formulir tersebut dan menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan termasuk DNS (Daftar Nilai Sementara). Berkas-berkas dan formulir tersebut dikumpulkan ke Mahalum kampus yang nanti akan dikirim ke Rektorat UI.
Suatu hari ketika gue ingin mengumpulkan ke kampus, gue diminta temen (Vera) untuk mengantarkan ke Rektorat. Entah apa yang dia urus di rektorat. Lalu gue berfikir, mumpung lagi ada di Rektorat, langsung saja berkas dan formulir beasiswa ditaruh di Rektorat bagian kemahasiswaan. Karyawan yang ada di Rektorat menyuruh gue hanya ditaruh saja di meja tanpa diperiksa olehnya karena petugas yang mengurusi beasiswa sedang tidak ada di tempat. Ya, gue pasrah aja mau dapet atau enggak yang penting sudah berusaha.
Beberapa hari kemuadian gue bertemu dengan beberapa teman yang juga ingin mengajukan beasiswa X tersebut, tetapi mereka sibuk mengurusi Essay English yang diminta. Nah lho, bingung khan gue yang tanpa membuat Essay. Lalu gue liat formulir yang temen-temen pegang dan ternyata memang ada keterangan disuruh membuat Essay. Setelah diteliti, ternyata formulir yang gue isi itu formulir lama (mungkin untuk tahun yang lalu), sedangkan formulir yang temen gue isi adalah formulir terbaru. Gue jelas-jelas sudah tidak bisa mengganti dan sangat sangat sangat sangat pesimis untuk mendapat beasiswa tersebut. Hal yang membuat saya yakin tidak mendapatkannya yaitu ketika melihat berkas-berkas beasiswa teman-temen diperiksa saat dikumpulkan ke Mahalum kampus dan akan disisihkan bila tidak lengkap. Bayangkan kalo gue mengumpulkan ke kampus dulu, sudah dipastikan akan disisihkan dan mutlak ditolak.
Waktu terus berjalan dan pengumuman beasiswa tersebut belum ada, tapi gue tidak terlalu menunggu pengumuman itu karena merasa kurang lengkap berkasnya yaitu Essay English. Namun, nggak disangka-sangka, bener-bener kuasa Allah, nama gue tercantum di lembar penerima beasiswa yang hanya mencantumkan 2 orang dari FKM. Alhamdulilah. Hal yang sangat disyukuri yaitu keterangan pengalaman menerima beasiswa X tersebut menjadi penyelamat jawaban gue ketika interview melamar pekerjaan beberapa waktu lalu yang membuat pewawancara tersebut mengangguk sangat lama ketika tau saya pernah mendapatkannya.
Jadi pada intinya, ada alasan mengapa gue mengambil formulir beasiswa salah yang pada akhirnya bisa membantu menjawab suatu pertanyaan ketika wawancara suatu pekerjaan. Kembali kepada kalimat Everything Happens For A Reason.
KEJADIAN III:
Ada beberapa kejadian yang membuat gue memakai jilbab pada tahun 2009. Hal tersebut juga menjadi contoh Everything Happens For A Reason yang gue alami. Hhhhhhhmmmmmmm....... (berfikir sangat lama). Untuk hal ini gue nggak jadi cerita deh. Rahasia...... Hehe.
KEJADIAN IV:
Gue termasuk orang yang sangat minim pengalaman bepergian jauh (terutama yang nginep) termasuk saat gue SMA dulu. Waktu kelas 3 SMA ada tugas Studytour gitu ke Bayah (kalo nggak salah mengingat) dan gue bertekad bulat untuk ikut dengan alasan apapun. Gue berpendapat ini adalah kesempatan terakhir untuk pergi nginep bareng dengan teman-teman SMA karena sudah kelas 3, sudah mau lulus. Gue rasa orang tua gue kebangetan banget kalo sampe nggak ngijinin anaknya buat ikutan. Akhirnya dengan segala daya upaya gue diijinin ikut.
Namun ketika ada pengumuman bahwa anak-anak akan nginep di rumah-rumah penduduk, gue ragu orang tua akan mengijinkan. Ternyata tanpa disangka-sangka GUE NGGAK DIIJINJIN PERGI!!!!!!. Gue sempel kesel pastinya sama keadaan. Gue mencoba musyawarah dengan orang tua tentang hal ini sampai ada suatu pilihan Mau ikut study tour atau ikut bimbingan belajar SMPB? Memang selain studytour, gue juga sangat ingin ikut bimbel untuk persiapan SPMB karena tujuannya ingin masuk universitas yang gue inginkan. Kalo ikut studytour, nggak boleh ikut bimbel, harus belajar sendiri di rumah. Tetapi kalo nggak ikut studytour, uangnya bisa dipakai untuk membayar bimbingan belajar. Dengan sedihnya gue putuskan untuk ikut Bimbel saja dan sekaligus membuktikan bahwa gue nggak pernah diijinkan menginap sejak SD sampai SMA ini.
Gue sempet kesel sama wali kelas 3 SMA (Bu H*n*) yang mempersulit tugas makalah pengganti studytour. Menurut gue beliau mencari alasan kesalahan makalah gue, minta direvisi sampai saya bosan dan jengkel sendiri. Puncaknya gue ngomong tegas ke wali kelas gue, BU, TERSERAH DEH BU MAU KASIH SAYA NILAI BERAPA, NOL PUN TERSERAH. YANG JELAS SAYA NGGAK MAU REVISI MAKALAH SAYA LAGI KARENA FILE SAYA KENA VIRUS. SAYA NGGAK MUNGKIN AKAN NGETIK LAGI DARI AWAL. Gue terlanjur kesel dan emang siH bohong sedikit karena sebenernya filenya nggak kena virus. Temen lain gue yang juga nggak ikut, sibuk ngerevisi, sedangkan gue hanya bersikap BODO AMAT SAMA MAKALAH GUE!!!. Hahahaha.
Akhirnya gue bersemangat buat Bimbingan Belajar di BTA yang menurut saya singkatannya adalah Bimbingan Tiada Akhir. Hehe. Alhamduliah, karena semangat untuk masuk universitas tersebut, akhirnya saya pun mendapatkan universitas yang saya inginkan walaupun dapet yang pilihan kedua. Jadi pada intinya, ada alasan kenapa gue nggak ikut studytour yang pada akhirnya gue bisa lolos SPMB. Kembali kepada kalimat Everything Happens For A Reason.
Cukup dulu deh curcol gue. Sebenernya apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, diupayakan untuk mengikhlaskan kejadian tersebut walaupun pada awalnya tidak sesuai dengan kehendak hati. Kita sebagai manusia nggak tau apa yang ada di depan dan di belakang kita. Hanya Allah yang tau apa yang terbaik buat hamba-Nya.
Jadi, untuk yang membaca ini (ada nggak ya yang baca????) setujukah dengan kalimat Everything Happens For A Reason????
Sabtu, September 18, 2010
Mendapat Berita Baik Setelah Mata Kiri Bagian Bawah Kedutan
Tanggal 15 September 2010 kemarin, mata gue terasa kedutan gitu di bagian bawah mata kiri. Seperti kata orang-orang, kedutan itu ada artinya lho. Hmmm...tapi apa ya arti dari kedutan yang gue rasain ini? Gue mencoba update status FB tentang ini dan berharap ada pendapat dari temen-temen. Ada yang bilang akan mendapat rejeki, ada yang bilang mau nangis, ada yang bilang orang lagi kangen gue, ada yang bilang mau belekan, hahaahahahahaha ada-ada saja pendapat mereka. Seharian gitu rasanya dan ternyata keesokan harinya gue mendapat sedikit jawabannya. Alhamdulilah.
Keesokan harinya ketika gue lagi nyuci piring sambil mendengarkan mp3 di hp yang gue taro di kantong, tiba-tiba ada bunyi telepon dari nomor yang belum gue kenal. Yuhuuuuu.....nomornya bukan nomor hp, itu nomor rumah atau nomor kantor. Gue sangat berharap itu adalah telepon dari pihak yang sangat gue harapkan.
Suara muncul di ujung telepon setelah gue memencet tombol hijau di hp,
"Assalamualaikum..."
"Halo...dengan Indah Yuniarti?"
"Iya benar Bu..."
"Mba Indah besok pagi tes kesehatan ya Mba jam 7 pagi di (bla bla bla.........)"
Huaaaaaaaaaaaaa......Alhamdulilah ya Allah... Mungkin ini jawaban dari mataku yang kedutan kemarin. Ternyata akan mendapat berita baik dan menyenangkan, yaitu panggilan tes kesehatan dari perusahaan yang beberapa waktu lalu aku ajukan lamarannya. Ya memang beberapa kali sebelumnya gue sudah menjalani beberapa tes dari perusahaan tersebut. Semoga tes kesehatan ini adalah tes yang terakhir.
Keesokan harinya gue berangkat menuju tempat yang dimaksud dianter oleh Bapak. Maklum, gue adalah anak Jakarta yang masih buta tentang Jakarta. Hehehehe. Sesampainya di sana, gue bertemu dengan teman-teman kira-kira seumuran yang sama sekali belum gue kenal. Kenalanlah gue dengan mereka sedikit demi sedikit, karena mereka berjumlah belasan orang.
Sangat menyenangkan berkenalan dengan mereka. Anaknya baik-baik dan ternyata mereka sebagian besar anak UI juga yang seangkatan tetapi berbeda fakultas. Ternyata mereka adalah anak-anak ODP Mandiri yang kebetulan jadwal tes kesehatannya sama dengan calon Teller. Saya melihat mereka semua aktif-aktif dan pintar-pintar, serta baik. Beberapa anak yang gue kenal yaitu anak Fak.Hukum UI, Fak.Teknik UI, Fak.Ekonomi UI, Fasilkom UI, Binus, Teknik Elektro ITB, dan lain-lain. Yuhuuuuuu.....salutlah buat mereka yang bisa lolos tes ODP Mandiri. Gue nggak bisa masuk karena memang Fakultas/Jurusan gue tidak cocok.
Tes kesehatannya banyakkkkkkkkkkk sekali, sampai-sampai tes EKG, USG, dan lain-lain. Hal yang paling gue suka dari rangkaian kegiatan tes kesehatan ini yaitu makan gratis di Hotel Sahid. Hahahahhahahahha..... Gue berharap kita semua yang menjalankan tes kesehatan pada tanggal 17 September 2010 kemarin, baik yang anak ODP maupun Teller berhasil lolos tes sampai bisa menjadi pegawai. Amin ya Rabbal Alamin. Mohon doanya ya......
Keesokan harinya ketika gue lagi nyuci piring sambil mendengarkan mp3 di hp yang gue taro di kantong, tiba-tiba ada bunyi telepon dari nomor yang belum gue kenal. Yuhuuuuu.....nomornya bukan nomor hp, itu nomor rumah atau nomor kantor. Gue sangat berharap itu adalah telepon dari pihak yang sangat gue harapkan.
Suara muncul di ujung telepon setelah gue memencet tombol hijau di hp,
"Assalamualaikum..."
"Halo...dengan Indah Yuniarti?"
"Iya benar Bu..."
"Mba Indah besok pagi tes kesehatan ya Mba jam 7 pagi di (bla bla bla.........)"
Huaaaaaaaaaaaaa......Alhamdulilah ya Allah... Mungkin ini jawaban dari mataku yang kedutan kemarin. Ternyata akan mendapat berita baik dan menyenangkan, yaitu panggilan tes kesehatan dari perusahaan yang beberapa waktu lalu aku ajukan lamarannya. Ya memang beberapa kali sebelumnya gue sudah menjalani beberapa tes dari perusahaan tersebut. Semoga tes kesehatan ini adalah tes yang terakhir.
Keesokan harinya gue berangkat menuju tempat yang dimaksud dianter oleh Bapak. Maklum, gue adalah anak Jakarta yang masih buta tentang Jakarta. Hehehehe. Sesampainya di sana, gue bertemu dengan teman-teman kira-kira seumuran yang sama sekali belum gue kenal. Kenalanlah gue dengan mereka sedikit demi sedikit, karena mereka berjumlah belasan orang.
Sangat menyenangkan berkenalan dengan mereka. Anaknya baik-baik dan ternyata mereka sebagian besar anak UI juga yang seangkatan tetapi berbeda fakultas. Ternyata mereka adalah anak-anak ODP Mandiri yang kebetulan jadwal tes kesehatannya sama dengan calon Teller. Saya melihat mereka semua aktif-aktif dan pintar-pintar, serta baik. Beberapa anak yang gue kenal yaitu anak Fak.Hukum UI, Fak.Teknik UI, Fak.Ekonomi UI, Fasilkom UI, Binus, Teknik Elektro ITB, dan lain-lain. Yuhuuuuuu.....salutlah buat mereka yang bisa lolos tes ODP Mandiri. Gue nggak bisa masuk karena memang Fakultas/Jurusan gue tidak cocok.
Tes kesehatannya banyakkkkkkkkkkk sekali, sampai-sampai tes EKG, USG, dan lain-lain. Hal yang paling gue suka dari rangkaian kegiatan tes kesehatan ini yaitu makan gratis di Hotel Sahid. Hahahahhahahahha..... Gue berharap kita semua yang menjalankan tes kesehatan pada tanggal 17 September 2010 kemarin, baik yang anak ODP maupun Teller berhasil lolos tes sampai bisa menjadi pegawai. Amin ya Rabbal Alamin. Mohon doanya ya......
Buku Baruku... (hahaha..siap-siap kecewa bacanya)
Kemarin gue dan Nyokap nemenin adik gue beli Alfalink, soalnya Alfalink dia ilang gitu. Gue salutlah sama dia yang semangat banget belajar Bahasa Inggris, nggak kayak kakaknya (Indah Yuniarti -red) yang sampe sekarang masih belum fluently Englishnya. Padahal gue udah punya Alfalink udah lamaaaaaa banget, tapi semangat belajarnya tuh nggak sampe semangat 45 gitu.
Sekarang gue baru ngerasain, bener-bener ngerasain penting banget lancar Bahasa Inggris itu, apalagi setelah lulus kuliah. Setiap liat lowongan kerjaan, selalu syaratnya bisa Bahasa Inggris baik written maupun oral. Terlambat ga ya kalo gue mulai giat belajar lagi sekarang????????????????????? Hikssss.... kenapa penyesalan datangnya belakangan yaaaaaa????
Lupakan sejenak tentang Bahasa Inggris, sekarang beralih ke kesenangan gue sekarang ini. Jadi, pas nganter beli alfalink, gue beli buku masak.... (lebih tepatnya dibeliin sih...) Taraaaaaaa.... Inilah Indah.... Orang yang jarang masak, mulai tertarik buat belajar masak.... Hehehehe. Hmmmmmm..... tapi nggak tau juga deh dipraktekin atau nggak... Biasalah, niat di awal aja... Tapi semoga keinginan kuat untuk mahir masak kesampean.... Nunggu Syawalan selesai, baru deh coba-coba belajar masah sendiri.... Aseeeeekkkkkkk.......
Sekarang gue baru ngerasain, bener-bener ngerasain penting banget lancar Bahasa Inggris itu, apalagi setelah lulus kuliah. Setiap liat lowongan kerjaan, selalu syaratnya bisa Bahasa Inggris baik written maupun oral. Terlambat ga ya kalo gue mulai giat belajar lagi sekarang????????????????????? Hikssss.... kenapa penyesalan datangnya belakangan yaaaaaa????
Lupakan sejenak tentang Bahasa Inggris, sekarang beralih ke kesenangan gue sekarang ini. Jadi, pas nganter beli alfalink, gue beli buku masak.... (lebih tepatnya dibeliin sih...) Taraaaaaaa.... Inilah Indah.... Orang yang jarang masak, mulai tertarik buat belajar masak.... Hehehehe. Hmmmmmm..... tapi nggak tau juga deh dipraktekin atau nggak... Biasalah, niat di awal aja... Tapi semoga keinginan kuat untuk mahir masak kesampean.... Nunggu Syawalan selesai, baru deh coba-coba belajar masah sendiri.... Aseeeeekkkkkkk.......
Terima Kasih Motorku yang Telah Menemaniku 4 Tahun Lebih
Sebenarnya nggak penting aja nulis notes/blog ini. Cuma iseng, ngisi waktu luang, kangen ngetik, dan emang lagi inget motor. Inget kesalahan juga sama ntu motor yang emang jarang gue cuci. Hahahahha. Momentnya kan pas nih, lagi Lebaran, ngaku kesalahan deh sama motor sendiri. (Kan udah dibilang, www.nggakpenting.com).
Lumayan banyak lho pengalaman yang gue alami bareng motor, baik itu pengalaman baik maupun pengalaman buruk. Gue belajar motor dari kelas 1 SMP (baru belajar teori aja dari Ibu. Setiap diboncengin selalu nanya ini itu tentang cara naik motor dan dijelaskan secara detail). Pas kelas 2 SMP baru praktek naik motor. Cihuyyyy....
Tau nggak kenapa gue semangat belajar naik motor?? Hahahahaha....konyol sih alesannya. Jadi, waktu kelas 1 SMP, gue suka gitu sama seorang kakak kelas, namanya Rizal dan gue lihat dia diboncengin motor. So, gue jadi pengen bisa naik motor juga. Kalo dipikir-pikir aneh juga alasannya, karena jelas-jelas status dia itu "diboncengin", dan bukan bawa motor sendiri. Hahaha, namanya juga "monkey love", apapun yang berhubungan sengan orang itu, pasti deh pengen tau. Dasar bocahhhh......
Selama gue kuliah, gue selalu naik motor, hanya kadang-kadang aja naik angkot. Ini nih sedikit moment yang gue tulis:
Moment 1: (ban motor bocor)
Gue jadi inget waktu malem-malem pulang kuliah, ban motor gue bocor. Pada saat itu untung gue lagi bareng Tika (Kartika Anggun). Suasana saat itu benar-bener nggak enak banget deh. Sebelum kejadian ban bocor itu, gue emang udah bad mood karena sesuatu hal, eh pas menuju parkiran motor, ban udah kempes aja gitu. Lah, lo tau sendiri kan di dalem UI nggak ada tambal ban. Mana gue nggak tau tempat tambal yang terdekat dimana, maklum gue kan masih semester 1, istilahnya gue masih MaBa lah yaaa... Kata salah seorang satpam kampus, tempat tambal ban terdekat di daerah Kukel. So, gue nuntun motor dari FKM ke daerah Kukel dalam keadaan malem, hujan, cuma berdua aja bareng Tika. Nah itulah kenapa gue bilang untung, coba kalo gue sendirian....????? Situasi: Jauh jaraknya, ngelewatin danau, keadaan gelap banget, hujan deres, gue nuntun motor sendiri, dan Tika jalan di belakang. Untung pas saat itu gue belum tau kalo UI itu serem kalo malem, apalagi derah danau, yap danau UI manapun. Bayangkan kalo sebelumnya gue udah baca Kaskus yang ngomongin kejadian serem UI, wuihhhh mungkin gue nggak bakalan berani ngelewatin danau itu. Untungnya kita berdua nggak dijailin makhluk2 lembut itu, mungkin mereka tau kalo kita anak2 yang baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong. Hahahahhaha. Singkat cerita, kita dan motor tercinta bisa pulang dengan selamat.
Moment 2: (busi basah dan mati)
Kalo hal ini sudah sering terjadi selama gue kuliah di FKM karena parkiran motornya hanya pohon-pohon rindang, bukan atap tetap. Hujan deres merupakan hal yang sangat gue nggak suka karena akan mengancam jiwa motor gue. Hahhaa. Keseringan kalo hujannya bener-bener lebat, air hujan itu masuk ke motor, dan bikin busi gue "kedinginan", "masuk angin", terus ngambek deh motornya nggak mau jalan. Alhamdulilah, satpam-satpam di FKM baik-baik banget, mau nolongin gue. Pernah ya, motor gue "dibongkar" gitu sama satpam plus Cleaning Service kampus, ngebenerin motor gue sampe gue bener-bener bisa pulang. Hal itu tuh yang membuat gue akrab dan sering ngobrol sama satpam kampus. Jadi buat teman-temanku yang sering bilang "cieeee....cieeee..." waktu ngeliat gue ngobrol sama para satpam, udah tau khan sekarang..... Hehehe.
Moment 3: (ditabrak dari blakang dan jatuh)
Hal ini terjadi waktu semester 1 hari Jumat, dan kalo nggak salah mau kuliah Sosiologi Dasar deh. Agak lupa gue.. Emang pada saat itu gue lagi ngebut dan tiba-tiba satpam suatu gedung memberhentikan kendaraan-kendaraan yang sedang melintas di depan gedung tersebut karena ada mobil yang mau masuk gedung. Motor yang ada di depan gue ngerem mendadak, dan otomatis gue juga harus mengerem mendadak khan.... Mungkin karena motor yang ada di belakang gue belum siap ngerem, tiba-tiba dia nabrak motor gue dengan sangat keras dari belakang. Dengan kondisi kaki gue yang sedang berusaha ngerem, gue pun nggak bisa nahan benturan keras dari belakang. So, gue jatuh ke kanan karena arah tabrakan dari kiri belakang. Bener-bener ribet dan rame deh lalu lintas saat itu, untung aja mobil yang ada di sebelah kanan berhenti dan tau kalo ada motor yang jatuh. Coba kalo ntuh mobil jalan terus, uhhhhhhhhh nggak bisa ngebanyangin...... Hiks.... Benar-benar merasakan kepasrahan antara hidup dan mati.... Nih, cerita agak lengkapnya disini: http://indah88yuni.blogspot.com/2008/08/teringat-pengalaman-pahit-saat-naik.html
Moment 4: (dag dig dug karena ada pemeriksaan STNK dan SIM)
Kalo ngerasa dag dig dug karena pemeriksaan STNK mah udah sering dirasain. Ada nih kejadian tipu menipu yang gue lakukan demi "menyelamatkan diri", hahahhaha lebay dikit ah... Silakan di klik (males gue cerita ulang kejadian yang udah lama terjadi): http://indah88yuni.blogspot.com/2008/08/kisah-saat-stnk-aku-hampir-ditilang.html
Cuma 4 moments dulu aja deh. Intinya, I love my motorcycle. Dengannya, gue mengalami kejadian-kejadian seruuuuuuuuuuuu......
Lumayan banyak lho pengalaman yang gue alami bareng motor, baik itu pengalaman baik maupun pengalaman buruk. Gue belajar motor dari kelas 1 SMP (baru belajar teori aja dari Ibu. Setiap diboncengin selalu nanya ini itu tentang cara naik motor dan dijelaskan secara detail). Pas kelas 2 SMP baru praktek naik motor. Cihuyyyy....
Tau nggak kenapa gue semangat belajar naik motor?? Hahahahaha....konyol sih alesannya. Jadi, waktu kelas 1 SMP, gue suka gitu sama seorang kakak kelas, namanya Rizal dan gue lihat dia diboncengin motor. So, gue jadi pengen bisa naik motor juga. Kalo dipikir-pikir aneh juga alasannya, karena jelas-jelas status dia itu "diboncengin", dan bukan bawa motor sendiri. Hahaha, namanya juga "monkey love", apapun yang berhubungan sengan orang itu, pasti deh pengen tau. Dasar bocahhhh......
Selama gue kuliah, gue selalu naik motor, hanya kadang-kadang aja naik angkot. Ini nih sedikit moment yang gue tulis:
Moment 1: (ban motor bocor)
Gue jadi inget waktu malem-malem pulang kuliah, ban motor gue bocor. Pada saat itu untung gue lagi bareng Tika (Kartika Anggun). Suasana saat itu benar-bener nggak enak banget deh. Sebelum kejadian ban bocor itu, gue emang udah bad mood karena sesuatu hal, eh pas menuju parkiran motor, ban udah kempes aja gitu. Lah, lo tau sendiri kan di dalem UI nggak ada tambal ban. Mana gue nggak tau tempat tambal yang terdekat dimana, maklum gue kan masih semester 1, istilahnya gue masih MaBa lah yaaa... Kata salah seorang satpam kampus, tempat tambal ban terdekat di daerah Kukel. So, gue nuntun motor dari FKM ke daerah Kukel dalam keadaan malem, hujan, cuma berdua aja bareng Tika. Nah itulah kenapa gue bilang untung, coba kalo gue sendirian....????? Situasi: Jauh jaraknya, ngelewatin danau, keadaan gelap banget, hujan deres, gue nuntun motor sendiri, dan Tika jalan di belakang. Untung pas saat itu gue belum tau kalo UI itu serem kalo malem, apalagi derah danau, yap danau UI manapun. Bayangkan kalo sebelumnya gue udah baca Kaskus yang ngomongin kejadian serem UI, wuihhhh mungkin gue nggak bakalan berani ngelewatin danau itu. Untungnya kita berdua nggak dijailin makhluk2 lembut itu, mungkin mereka tau kalo kita anak2 yang baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong. Hahahahhaha. Singkat cerita, kita dan motor tercinta bisa pulang dengan selamat.
Moment 2: (busi basah dan mati)
Kalo hal ini sudah sering terjadi selama gue kuliah di FKM karena parkiran motornya hanya pohon-pohon rindang, bukan atap tetap. Hujan deres merupakan hal yang sangat gue nggak suka karena akan mengancam jiwa motor gue. Hahhaa. Keseringan kalo hujannya bener-bener lebat, air hujan itu masuk ke motor, dan bikin busi gue "kedinginan", "masuk angin", terus ngambek deh motornya nggak mau jalan. Alhamdulilah, satpam-satpam di FKM baik-baik banget, mau nolongin gue. Pernah ya, motor gue "dibongkar" gitu sama satpam plus Cleaning Service kampus, ngebenerin motor gue sampe gue bener-bener bisa pulang. Hal itu tuh yang membuat gue akrab dan sering ngobrol sama satpam kampus. Jadi buat teman-temanku yang sering bilang "cieeee....cieeee..." waktu ngeliat gue ngobrol sama para satpam, udah tau khan sekarang..... Hehehe.
Moment 3: (ditabrak dari blakang dan jatuh)
Hal ini terjadi waktu semester 1 hari Jumat, dan kalo nggak salah mau kuliah Sosiologi Dasar deh. Agak lupa gue.. Emang pada saat itu gue lagi ngebut dan tiba-tiba satpam suatu gedung memberhentikan kendaraan-kendaraan yang sedang melintas di depan gedung tersebut karena ada mobil yang mau masuk gedung. Motor yang ada di depan gue ngerem mendadak, dan otomatis gue juga harus mengerem mendadak khan.... Mungkin karena motor yang ada di belakang gue belum siap ngerem, tiba-tiba dia nabrak motor gue dengan sangat keras dari belakang. Dengan kondisi kaki gue yang sedang berusaha ngerem, gue pun nggak bisa nahan benturan keras dari belakang. So, gue jatuh ke kanan karena arah tabrakan dari kiri belakang. Bener-bener ribet dan rame deh lalu lintas saat itu, untung aja mobil yang ada di sebelah kanan berhenti dan tau kalo ada motor yang jatuh. Coba kalo ntuh mobil jalan terus, uhhhhhhhhh nggak bisa ngebanyangin...... Hiks.... Benar-benar merasakan kepasrahan antara hidup dan mati.... Nih, cerita agak lengkapnya disini: http://indah88yuni.blogspot.com/2008/08/teringat-pengalaman-pahit-saat-naik.html
Moment 4: (dag dig dug karena ada pemeriksaan STNK dan SIM)
Kalo ngerasa dag dig dug karena pemeriksaan STNK mah udah sering dirasain. Ada nih kejadian tipu menipu yang gue lakukan demi "menyelamatkan diri", hahahhaha lebay dikit ah... Silakan di klik (males gue cerita ulang kejadian yang udah lama terjadi): http://indah88yuni.blogspot.com/2008/08/kisah-saat-stnk-aku-hampir-ditilang.html
Cuma 4 moments dulu aja deh. Intinya, I love my motorcycle. Dengannya, gue mengalami kejadian-kejadian seruuuuuuuuuuuu......
Langgan:
Entri (Atom)